I am not a Screwdriver

Friday, August 27, 2010
"I am a Designer, not your f*cking Screwdriver." (forgot the name)
[Ditujukan kepada orang-orang yang tidak menghargai proses sebuah pengerjaan desain]

Sepertinya, kalimat di atas terdengar sarkas. Tapi kalimat tersebut mempunyai makna yang berarti bagi para pekerja seni (baca: desainer, seniman, dan bukannya artis). Terlebih bagi pekerja seni di bidang grafis.


Lantas, apa hubungan Desainer dengan Screwdriver?


Saya punya definisi tersendiri mengartikan kalimat kutipan tersebut (yang kebetulan saya lupa siapa). Screwdriver, atau obeng, adalah sebuah benda mekanik sebagai perantara pengencang baut. Lebih parah dari pensil, obeng hanya bekerja stagnan. Stagnan, adalah sesuatu yang mengerikan bila muncul di dunia seni dan kehidupan pekerjanya. Dan, obeng adalah alatnya para 'tukang', yang tentu saja memiliki 'mandor'.

Kalau diperhatikan, kalimat 'your' lebih ditujukan kepada 'mandor' tadi, yang bisanya hanya memerintah, tanpa peduli kemampuan si 'tukang'. Definisi kedua, ada nada protes di dalamnya. Seolah ingin berkata, "Ayolah! Biarkan saya berkreasi tanpa ada perintah macam-macam".

Sedangkan Desainer, saya artikan sebagai seseorang yang mempunyai kemampuan kreatif dalam mendesain, yang harusnya bisa berpikir di luar kotak.

Jadi, kalau ada yang bekerja di sebuah perusahaan -ngakunya- desain, maka, perhatikan baik-baik cara kerjanya. Apakah mereka 'Desainer?' Atau malah 'tukang'? Lantas introspeksi ketika kita menjadi klien sebuah perusahaan. Apakah kita sering bertindak sebagai 'mandor'?

Ayolah! Percayakan sebuah proses desain kepada ahlinya, dan biarkan mereka menjadi sebuah pekerja seni sungguhan. Perpaduan warna dan bentuk lebih mereka pahami ketimbang kita ngotot mempertahankan logo dan perpaduan bentuk kita yang pletat-pletot.

-salam-

2 comments:

{ Hifhzil Aqidi } at: September 5, 2010 3:30 PM said...

Ya tul sekali...ini slh 1 penyebab sy "angkat tangan" untuk mendalami dunia desain...sering kali customer ingin "mengebiri" keberanian kreatif para designer. Tp besar kemungkinan kita dan pelanggan sama-sama belum terbiasa dengan komunikasi bisnis dan masih menenggelamkan diri dalam bahasa-bahasa industrialisasi = antara karyawan dan majikan.

{ Zetya Hardez } at: September 8, 2010 9:23 AM said...

:) why need to leave that world? dunia desain tak lantas ditinggalkan hanya karena masalah itu, kan? ^^ Ada beberapa, bahkan sebenarnya, banyak sekali hal yang bisa dilakukan dalam desain, yang tentu saja tak berhubungan dengan customer.

Just feel free to design your dream.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...